This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 04 Maret 2017

SAYA SAJA YANG PUASA KANG


Suatu hari ada seorang kiai yang berjalan berkililing pesantrennya di pagi hari. dengan tujuan melihat kondisi pesantren dan juga melihat kondisi para santri mungkin ada yang bermalalah. setelah berjalan begitu lama mengitari lingkungan pesantren, kita tersebut betemu dengan seorang santri yang dari raut mukanya kelihatan pucat dan lemah. melihat kondisi santri yang dengan kondisi seperti itu kiai langsung memanggil dan bertanya.

"kang, kenapa sampean kok terlihat lemah dan pucat?"
"saya puasa kiai,?"
"lalu kamu sekarang mau kemana, kok tidak mengaji seperti teman-teman yang lain?"
"saya tidak kuat mengaji kiai, badan saya lemah." jawab santri 
mendengar jawaban seperti itu raut muka kiai menjadi berbeda, ingin sebenarnya meluapkan rasa marah, namun urung dilakukan, karena kiai menyadari bahwa santri tersebut memang belum faham. dan akhirnya santri tersebut diberi mauidhoh, "kang, memang puasa itu bagus, namun jika puasa itu akhirnya menjadikan sampean menjadi malas belajar, lebih baik tidak perlu puasa. tugas seorang santri itu belajar bukan puasa. sudahlah, yang cukup puasa itu saya saja, yang disini sebagai guru dan sekaligus orangtuamu, tugasmu yang paling utama adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Cukuplah saya yang puasa. udah, ini ada mie, sampean makan sana, lalu ngaji, yang kang."
lalu santri tersebut menerima mie dari kiai dan lalu mencium tangan kiai dengan takdzim dan setelah itu kiai meninggalkannya.

ANIK DWI HARTINI

Tahun 2004
Aku telah diwisuda di tingkat SMU. dan disini timbul pertanyaan besar. dimana aku harus meneruskan belajarku. ada dua kemungkinan yang akan aku ambil. pertama aku akan ambil kuliah di IAIN Tulungagung. dan yang kedua, aku akan meneruskan belajar bahasa Inggris di BEC (Basic English Course) Pare kediri Jawa timur. 
dan akhirnya setelah merenung beberapa waktu aku berhasrat kuat untuk meneruskan belajar Bahasa Inggris Di BEC, sebenarnya bukan tujuan utama, hal itu lebih dikarenakan untuk masuk ke IAIN Tulungagung pada waktu itu biaya tidak cukup. kambing dua yang dimiliki orangtuaku dan hanya itulah harta yang bisa kumiliki, tidaklah cukup untuk daftar. hmmmm, memang itulah mungkin ujianku dalam mencari ilmu. ya sudahlah, akhirnya aku putar niatku dan aku punya keyakinan dalam hati, mungkin sekarang aku belum bisa, tapi Insyaallah tahun depan aku bisa. dengan bacaan bismillah yang mantap aku akhirnya belajar di BEC.

Namun ternyata ujian demi ujian belum juga selesai. secara sembunyi-sembunyi aku daftar bersama temanku yang telah menjadi temanku sejak TK sampai tamat SMU. kenapa harus dengan cara sembunyi? sebab teman abahku telah mengopor-ngompori bahwa buat apa belajar Bahasa Inggris sampai di BEC Pare kediri, toh di Tulungagung juga sudah ada. tidak kalah bagusnya kalo cuman tentang kursusan bahasa Inggris. tapi entah kenapa hatiku menolak ketika disuruh meneruskan di tulungagung. hatiku sudah bulat bahwa aku harus meneruskan di BEC pare kediri. dan setelah disana aku tambah bingung. ini tempatnya benar-benar beda. jauh dari yang aku bayangkan. dalam benakku, lingkungn di BEC itu serba wah, dan ternyata sangat sederhana. bahkan tempatnya pun bukan di tengah-tengah kota metropolitan ,melainkan di sebuah desa yang menurutku tidak jauh beda suasananya dengan desaku. 

Setelah daftar di kantor BEC, yang pada waktu itu daftar biayanya 125 ribu, kalo tidak salah. waktu sudah hampir maghrib, dan sepertinya tidak mungkin aku dan temanku pulang dengan berkendara sepeda. takut ada apa-apa dijalan, akhirnya aku dan temanku ini mampir di tempat kost teman-teman yang dulunya satu pesantren dengan kami di Hidayatul Mubtadi'ien Asrama Putra Sunan Gunung Jati. setiba di tempat kost, inilah hal yang membuatku terpana. semuanya berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. dan semuanya membicarakan program-program yang ada hubungannya dengan bahasa inggris. pada waktu itu, aku masih nol dalam ilmu bahasa inggris. sehingga hal itu menjadi sesuatu sekali dalam hatiku. 

tak lupa, ketika temanku datang mereka menyambut dengan hangat, mereka sudah tahu betul denganku. karena ketika di pesantren, aku termasuk anak yang rajin kendati tak pandai. minimal lah aku pernah hafal yang namanya nadzom ngudi susilo, hidayatus sibyan, mathlab, tukhfatul athfal, qowaidus shorfiyah juz 1 (80 nadzom), qowaidus shorfiyah jus 2 (150 nadzom), imrithi semuanya, dan alfiyah ibnu malik 1000 nadzom aku hafal. dan juga hampir setiap ujian semester aku mendapat juara, kendati belum pernah juara satu. hehehe.

teman-teman yang dulunya satu pesantren denganku, mereka menyambutku dengan baik, membelikan nasi dan lain-lain dengan tujuan hormat atas kedatanganku. namun aku yang malah akhirnya malu, sebab kendati dulu mereka sama-sama belajar denganku, mereka sekarang beda. mereka bisa bicara bahasa inggris dengan lancar, sedangkan aku, masih culun , nol tak tau apa-apa tentang ilmu bahasa inggris

dan delapan bulan kemudian....

Aku berangkat dikirim ke pesantren Ma'rifatul Ulum Ngawi Jawa Timur. dengan tujuan untuk menjadi Tutor / Guru Bahasa Inggris di pesantren tersebut selama satu bulan. banyak sekali ilmu yang aku dapatkan dari sana. namun untuk kisah ini, aku hanya menceritakan sebagaian, yang sebagian nanti akan aku ceritakan di waktu yang lain.

Kisah yang aku rasakan adalah aku kenal dengan seorang gadis Macan (Manis dan Cantik), senyumnya luar biasa indahnya. ingin rasanya selalu bersamanya sepanjang waktu. 

























15 KATA-KATA NURCHOLISH MADJID / CAK NUR


1. Islam artinya pasrah sepenuhnya (kepada Allah), sikap yang menjadi inti ajaran agama yang benar di sisi Allah.

2. Nabi Muhammad Saw. menegaskan bahwa sebaik-baik agama di sisi Allah ialah al-hanafiyah al-samhah, semangat kebenaran yang lapang dan terbuka.

3. Sikap mencari kebenaran yang secara tulus dan murni adalah keagamaan yang benar, yang menjanjikan kebahagiaan sejati.

4. Iman mendoroang kita berbuat baik guna mendapatkan ridha Allah, dan ilmu melengkapi kemampuan menemukan cara berbuat baik itu.

5. Firman Ilahi menegaskan bahwa janji keunggulan, superioritas dan supremasi diberikan Allah kepada mereka yang beriman dan berilmu.

6. Islam harus dipelajarai sebagai ajaran dan cita-cita, yang intinya ialah hidup yang berserah diri kepada Allah.

7. Pemahaman kita kepada Allah adalah pemahaman yang terbuka, bersikap inklusif dan mampu jadi rahmat bagi seluruh alam.

8. Umat Islam harus tampil dengan penuh rasa percaya diri, bijaksana dan arif, serta menyadari fungsinya selaku saksi dari juri umat manusia.

9. Dengan syukur kepada Allah atas apa pun yang terjadi, kita mendidik diri selalu mempunyai pandangan yang penuh apresiasi kepada Allah.

10. Dengan pandangan yang optimis dan positif kepada Allah, kita akan memperoleh sumber dan kegairahan hidup;

11. Iman kepada Allah membuat kita tabah, dan tak mudah patah semangat dalam perjalanan hidup ini.

12. Iman akan menimbulkan rasa aman sentosa hanya jika dia tidak tercampuri oleh hal-hal yang dapat mengotori iman itu, yaitu perbuatan dosa.

13. Walaupun tak mungkin mencapai Allah, namun kita dituntut untuk konsisten bergerak memperoleh kedekatan sedekat-dekatnya kepada Allah.

14. Dalam Kitab Suci diketahui bahwa ternyata tak cukup seseorang disebut beriman hanya karena dia "percaya" akan adanya Allah.

15. Orang yang berimana, namun masih sempat mengotori imannya dengan kejahatan adalah jelas orang yang imannya masih lemah.




Rabu, 01 Maret 2017

HIDUP SEKALI, BERARTI, LALU MATI